Arsip Kategori: Keluarga

Mengetahui Fungsi Dari Baby Cup Feeder Untuk Bayi


Baby cup feeder adalah alat berupa spuit atau cangkir dengan corong di ujungnya untuk memberikan ASI perah kepada bayi yang mengalami kebingungan puting saat menyusui. Namun selain bayi yang menolak menyusu, beberapa bayi dengan kondisi lain mungkin juga membutuhkan secangkir ASI. Jadi mengapa bayi membutuhkan cangkir minum untuk minum susu?

Keuntungan dari pengumpan cangkir bayi

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut menyusui dengan cangkir sebagai metode yang lebih baik daripada menggunakan botol atau dot.
Dibandingkan dengan pemberian susu botol, keuntungan menggunakan baby cup adalah:

Tidak menyebabkan bingung puting

Menyusui melalui dot dapat membingungkan si kecil dengan putingnya, membuatnya tidak mau menyusui sama sekali. Rupanya pengumpan cangkir bayi membantu menyelesaikan masalah. Hal ini juga dijelaskan dalam sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Cochrane. Berdasarkan temuan tersebut, penggunaan gelas minum pada bayi dapat memperpanjang durasi menyusui. Ini menjaga asupan nutrisi bayi pada tingkat yang benar.

Bayi menggunakan teknik mengisap yang sama seperti mengisap puting susu ibu

Menurut penelitian BMC Pregnancy and Childbirth, teknik menyusui dari cup feeder lebih mirip menyusui dari puting daripada menggunakan botol. Jadi ketika Anda mendapatkan cangkir minum bayi, lidah si kecil bisa bersiap dengan bergerak maju untuk menelan susu.

Mengurangi risiko gigi dan bentuk rahang yang tidak normal

Telah terbukti bahwa pemberian susu botol dapat mengubah bentuk gigi dan rahang lebih dari yang seharusnya. Karena cara menghisap dot berbeda dengan puting. Efeknya, fungsi mulut, seperti bernapas dan makan bisa terganggu. Gelas makan bayi ini dapat menghindari kerugian menggunakan botol susu.

Membantu Mengurangi Risiko Kerusakan Gigi

Pemberian susu botol seringkali menyebabkan gigi bayi terendam air susu. Hal ini dapat menyebabkan gigi susu bayi menjadi keropos hingga berlubang. Menggunakan tempat tidur bayi juga telah terbukti mencegah gigi direndam dalam susu, mengurangi kemungkinan kerusakan gigi.

Cegah bayi makan berlebihan

Bayi membutuhkan lebih banyak usaha untuk minum susu dari cangkir minum. Ini karena dia harus menggerakkan lidahnya untuk memasukkan susu ke dalam mulutnya dan menelannya. Sedangkan dot bisa meneteskan susu langsung ke mulut.
Jika “terlalu mudah”, bayi akan minum terlalu banyak susu. Oleh karena itu, cup feeder membantu mengatur jumlah susu sesuai dengan kebutuhannya.

Mengenal Pengertian Dari Dokter Kandungan Fetomaternal


Bagi sebagian ibu yang memiliki kehamilan berisiko tinggi, sangat disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter kandungan untuk mengantisipasi atau bahkan mencegah komplikasi kehamilan. Jadi, tes kehamilan apa yang bisa dilakukan oleh dokter fetomaternal? Masalah atau penyakit apa yang bisa diobati? Jadi, kapan perlu ke dokter fetomaternal? Berikut penjelasan lengkapnya.

Apa itu dokter fetomaternal?

Dikutip oleh ahli, kedokteran janin adalah subspesialisasi dokter kandungan yang berfokus pada perawatan kehamilan berisiko tinggi. Spesialis ini telah menjalani tiga tahun pelatihan ekstra untuk membimbing ibu hamil dengan masalah kehamilan.

Dokter fetomaternal juga dikenal sebagai perinatologis. Dokter ini tidak hanya berfokus secara khusus pada kehamilan berisiko tinggi, tetapi juga memiliki keahlian yang luas dalam USG perkembangan janin dalam kandungan.

Oleh karena itu, subspesialis ini dapat mendiagnosis, memberikan perawatan dan merekomendasikan rencana perawatan berkelanjutan mengenai kondisi ibu dan bayi bahkan setelah persalinan selesai.

Dengan demikian, dokter fetomaternal tidak hanya menangani komplikasi kehamilan yang dialami ibu, tetapi juga bayi Anda secara bersamaan.

Kapan sebaiknya Anda menemui dokter janin?

Bidan Anda biasanya akan merujuk Anda untuk konsultasi lebih lanjut dengan spesialis janin jika Anda memiliki masalah kesehatan tertentu sejak sebelum hamil, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan sebagainya. Anda memiliki kondisi medis selama kehamilan. Risiko tanda bahaya saat melahirkan. Bayi dalam kandungan tampaknya memiliki masalah perkembangan.

Bidan mencoba mengikuti jalannya kehamilan Anda dengan bantuan obat-obatan khusus. Sedangkan spesialis fetomaternal memantau panjang serviks dengan USG. Alasannya adalah bahwa memiliki kehamilan berisiko tinggi menempatkan Anda pada risiko komplikasi yang lebih besar.

Namun, itu tidak berarti akan lebih sulit atau menantang untuk melanjutkan daripada kondisi kehamilan normal.
Konsultasi rutin dengan dokter kandungan Anda akan membantu Anda mendapatkan pemantauan dan pengobatan yang tepat berdasarkan kondisi Anda.

Bisakah Kehamilan Berisiko Tinggi Berulang?

Memiliki kehamilan berisiko tinggi tidak berarti Anda akan mengalami hal yang sama di kemudian hari. Ini karena status kesehatan Anda dapat berubah seiring waktu. Namun, jika Anda pernah memiliki bayi prematur sebelumnya, Anda mungkin berisiko lebih besar untuk memilikinya lagi pada kehamilan berikutnya.

Pahami Berbagai Peran Anak Dalam Keluarga

Anak - anak ternyata memiliki peran juga loh dalam keluarga. Secara umum, orang tua diharapkan untuk memimpin keluarga, setidaknya ketika anak-anak masih kecil. Sedangkan peran anak dalam keluarga pada umumnya adalah mengikuti kepemimpinan orang tuanya.

Peran anak dalam keluarga

Peran anak dalam keluarga mungkin sama atau berbeda untuk setiap anak. Selain itu, peran ini dapat berubah seiring dengan usia atau dinamika keluarga. Berikut beberapa hal terkait peran anak dalam keluarga yang harus Anda perhatikan.

Ikuti Kepemimpinan Orang Tua

Peran alami anak-anak dalam keluarga adalah mengikuti kepemimpinan orang tua, ayah atau ibu mereka. Semua keputusan penting bagi anak-anak dibuat oleh orang tua.

Gaya kepemimpinan keluarga juga dapat mempengaruhi peran anak dalam keluarga. Beberapa orang tua terus membuat keputusan untuk anak-anak mereka hingga dewasa atau bahkan setelah dewasa. Orang lain secara bertahap dapat memberi anak lebih banyak kebebasan dan peran dalam keluarga sejak usia dini.

Perubahan peran anak dari waktu ke waktu

Peran anak dalam keluarga dapat meningkat seiring bertambahnya usia. Anak-anak dapat mengungkapkan pendapat mereka, memberikan saran atau menunjukkan apa yang mereka inginkan.

Setelah anak mampu berargumentasi, menyatakan ketidaksetujuan, atau berargumentasi untuk mempertahankan keinginannya, seringkali muncul ketegangan antar generasi (orang tua dan anak).

Kondisi ini harus disikapi dengan bijak. Biarkan anak mengungkapkan pendapatnya, juga menganggapnya sebagai orang tua yang baik. Namun, keputusan akhir harus ada di tangan orang tua. Tentunya dengan pertimbangan yang masuk akal.

Perubahan peran anak dipengaruhi oleh keadaan keluarga

Perubahan keadaan juga dapat mempengaruhi peran anak dalam keluarga. Ketika seorang anak memiliki adik, anak juga mengambil peran sebagai orang tua bagi adiknya pada waktu-waktu tertentu. Misalnya, merawat adik laki-laki dan perempuan. Bahkan beberapa anak tidak dipaksa menjadi pencari nafkah keluarga jika orang tuanya tidak dapat menjalankan tugasnya dengan baik.

Jenis Peran Anak dalam Keluarga

Peran setiap anak bisa berbeda-beda tergantung kewenangan yang diberikan oleh orang tua. Anak sulung biasanya menjadi orang tua pengganti bagi adik-adiknya. Anak juga dapat berperan sebagai asisten orang tua dengan membantu memasak di dapur atau mengerjakan pekerjaan rumah.

Tips Menjaga Anak Saat Bermain di Taman Bermain


Meski terlihat aman, bermain di taman bermain, taman bermain anak dan keluarga tetap memiliki risiko yang mengintai keselamatan anak Anda. Misalnya, mainan tertentu bisa berbahaya bagi anak-anak jika dilakukan tanpa pengawasan. Seperti kejadian ayunan yang terjadi beberapa waktu lalu di taman bermain mall. Oleh karena itu, sebagai orang tua yang baik, Anda tidak boleh asal-asalan dan membimbingnya saat bermain.

Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan agar si kecil bisa bermain dengan aman dan nyaman di taman bermain.

Pastikan area bermain sesuai usia

Sebelum membiarkan anak bermain, pastikan area bermain sesuai dengan usia anak. Jika ternyata tempat bermainnya tidak sesuai, jangan biarkan anak-anak bermain di sana. Atau jika batasan area bermain untuk setiap usia anak tidak terlalu jelas, sebaiknya Anda menemaninya karena jika anak Anda memainkan mainan yang tidak sesuai dengan usianya, bisa berbahaya.

Waspadalah terhadap risiko permainan

Orang tua harus memperhatikan hal ini. Meski terlihat bagus dan dapat melatih aktivitas fisik anak, beberapa permainan memiliki risiko dan bahaya bagi anak. Misalnya ayunan, trampolin atau tiang panjat. Oleh karena itu, Anda harus mengetahui risiko dari setiap permainan dengan baik. Jika Anda merasa perlu mengawasi anak Anda saat bermain, lakukanlah. Namun, jika anak Anda sudah cukup besar dan ingin bermain sendiri, ada baiknya untuk mengawasinya dari jauh.

Berkomunikasi dengan anak-anak

Jika anak Anda banyak bicara, komunikasikan dengannya. Misalnya, bagaimana menjaga diri saat bermain di taman bermain, bagaimana membimbing mereka dalam memilih permainan yang sesuai dengan usianya, bagaimana tetap sadar lingkungan dan bagaimana bermain dengan aman tanpa menyakiti sesama teman bermain. Karena bukan hanya keselamatan anak Anda saja yang harus diperhatikan. Pastikan anak Anda juga bisa bermain dengan tertib dan tidak merugikan anak lain.

Dokumentasi jika diperlukan

Salag satu tantangan yang dihadapi orang tua saat ini adalah kecenderungan untuk merekam aktivitas anak sambil bermain. Tidak apa-apa untuk mengabadikan momen lucu dan imut saat anak Anda bermain di taman bermain. Namun ingat, jangan terlalu fokus pada ponsel sehingga mengganggu permainan anak. Tidak terlalu fokus pada ponsel juga akan memudahkan Anda untuk mengambil tindakan jika terjadi sesuatu pada anak Anda.

Kesimpulannya, meskipun taman bermain tidak terlihat seperti tempat yang mengancam keselamatan anak-anak, ada beberapa risiko yang bisa berbahaya. Tugas orang tua adalah melindungi dan membimbing anak dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Bisa Lakukan Ini Untuk Membantu Mengerjakan PR Anak


Musim sekolah telah dimulai lagi. Setelah liburan panjang menyambut awal tahun, si kecil kembali mewujudkan impiannya untuk bersekolah. Selain disibukkan dengan kegiatan belajar di sekolah, si kecil juga akan mendapatkan banyak pekerjaan rumah atau PR yang harus dikerjakan. Agar si kecil tidak bermasalah dengan hal ini, bantulah dia dengan memberikan dukungan yang tepat berikut ini.

Temani Anak

Rumah tangga sudah siap, segala pekerjaan kalian di rumah atau diluar juga sudah selesai. Sambil menikmati waktu luang, bantu si kecil mengerjakan PR. Kehadiran Anda di sampingnya akan membuat si kecil semakin bersemangat. Dia juga bisa bebas bertanya tentang materi yang tidak dia pahami dengan baik.

Bikin Suasana Yang Menarik

Meja berantakan, bantal kursi ada dimana-mana, lantai kotor dan penuh makanan berserakan. Siapa yang tidak bosan dengan keadaan ruangan? Si Kecil akan cepat merasa malas mengerjakan pekerjaan rumahnya jika situasi rumah tidak kondusif. Jaga kebersihan rumah dan sesuaikan ventilasi agar si kecil merasa segar dan nyaman mengerjakan pekerjaan rumahnya.

Tidak Melakukan Hal Yang Berisik

Selain ruangan yang kurang bersih, kebisingan di dalam rumah juga bisa mengganggu konsentrasi anak saat mengerjakan pekerjaan rumah. Saat seluruh keluarga di rumah, minta mereka untuk mengurangi kebisingan dengan menonton TV atau bercanda bersama. Kebisingan membuat si kecil malas dan tidak bisa berkonsentrasi bekerja. Jika perlu, sediakan kamar sendiri yang lebih santai, bersih dan nyaman agar si kecil bisa bekerja lebih nyaman di dalamnya.

Istirahat Saat Lelah

Salah satu hal yang membuat fokus pikiran tidak terbentuk saat belajar adalah kurang istirahat. Otak memiliki batas untuk berpikir dan membutuhkan waktu untuk memulihkan kinerjanya. Istirahat yang cukup dapat membantu menyegarkan otak, sehingga akan lebih maksimal ketika digunakan untuk berpikir. Jika si kecil pulang sekolah tanpa aktivitas apapun, ajaklah ia untuk tidur siang agar ia bisa lebih fokus belajar di malam hari.

Coba terapkan tips cerdas ini agar proses belajar anak selalu optimal dan dia bisa berprestasi di sekolah.