Arsip Tag: klamidia

Mengenal Penyakit Kelamin Klamidia dan Cara Atasinya


Chlamydia adalah salah satu penyakit menular seksual yang cukup umum. Penyakit ini disebabkan dari infeksi bakteri Chlamydia trachomatis. Kebanyakan pasien tidak menunjukkan gejala klamidia, sehingga penyebarannya tidak terdeteksi. Namun, klamidia dapat terjadi pada semua usia, baik pada pria maupun wanita.

Penyebab gejala klamidia muncul

Seseorang dapat terinfeksi klamidia melalui hubungan seksual, melalui vagina, oral atau anal. Risiko Anda terkena infeksi klamidia meningkat jika Anda melakukan hubungan seks tanpa kondom.

Selain itu, memiliki banyak pasangan seksual dan memiliki lebih dari satu pasangan juga meningkatkan risiko infeksi klamidia. Insiden klamidia juga meningkat jika aktivitas seks dilakukan sehabis mengonsumsi alkohol atau pun obat-obatan.

Dalam beberapa kasus, klamidia juga dapat terjadi pada bayi baru lahir. Penularan dapat terjadi selama persalinan jika bayi terkena sekret klamidia dari alat kelamin ibu yang terinfeksi. Pada bayi, infeksi klamidia dapat terjadi pada mata dan paru-paru.

Bagaimana cara mencegah gejala klamidia?

Menghentikan sementara aktivitas seksual adalah cara utama untuk mencegah infeksi klamidia. Jika Anda aktif secara seksual, ingatlah untuk selalu menggunakan kondom.

Seks dengan hanya satu pasangan secara signifikan mengurangi risiko terkena infeksi. Selain itu, periksakan diri Anda secara teratur untuk klamidia dan penyakit menular seksual lainnya.

Temui dokter jika Anda memiliki gejala klamidia

Seseorang yang memiliki banyak pasangan seksual dan tidak menggunakan kondom harus diskrining untuk klamidia. Saat terkena klamidia, baik penderita maupun pasangannya harus segera diobati agar tidak menulari orang lain.

Ibu hamil juga harus rutin melakukan pemeriksaan ini agar mencegah penularan ke janinnya. Pemeriksaan dilakukan saat ibu hamil melakukan USG kehamilan pertama dan saat kehamilan sudah mencapai trimester ketiga.

Jika hasil tes positif klamidia, wanita hamil harus dirawat dan dipantau oleh dokter kandungan dalam waktu 3 minggu dan 3 bulan setelah perawatan. Tiga bulan setelah pengobatan pertama, semua penderita klamidia harus diuji ulang. Ini penting karena orang dengan klamidia lebih berisiko terinfeksi ulang.

Gejala klamidia bisa terjadi pada seseorang yang suka berganti pasangan. Baik pria maupun wanita bisa terkena klamidia dengan gejala yang berbeda. Jika gejala muncul, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter.